Posts

SALAH POTONGAN RAMBUT BISA MEMICU KEMATIAN (Kisah teman yang terbeban jiwa)

Image
Salah potong rambut bisa mempercepat kematian. Asumsi ini lahir dari pengalaman pribadi dengan seuntai kisah yang pernah ada. Suatu waktu tepat pada hari sabtu 21 Desember 2019 saya dan teman dari Minangkabau bernama Rozi Yulianto mengikuti kelas grammar di salah satu kursusan pare Kediri Jawa timur. Setelah pulang kelas, kami selalu menyempatkan untuk berolahraga GYM. Namun kali ini berbeda, Rozi pergi mencukur rambutnya agar kelihatan gagah.                       Sumber photo: pexels.com Tiba di kos, kami berjumpa kembali bersama teman-teman yang lain disana. Terkejut melihat potongan rambut si Rozi yang agak aneh dari biasanya. Sisi bagian kanan terlihat rambut lebih tebal ketimbang sisi kiri. Salah satu dari kami menimpali dan berkata: “Mr. rozi, are you serious, your hair style like that?” sok-sok an kita ngomong inggris, kan memang sedang berada di kampung inggris. Rozi, kok gitu potongan rambutmu, tidak seimbang?. Spontan roz...

PELETAKAN BATU PERTAMA MA JAHARA LUYO, MENGHARAP BERKAH PARA ANNANNGGURU

Image
Peletakan Batu Pertama MA Jahara Luyo, dengan tabarruk kepada Para Ulama Leluhur. Harapannya kedepan akan menjadi lembaga pendidikan Agama yang besar untuk Kec. Luyo. Saya ingin membahas Peletakan batu pertama dengan tabarruk kepada Photo tiga Ulama Besar di Sulawesi (Annanggurutta Imam Lapeo, Annannggurutta KH. Muhammad Saleh. Dan Annannggurutta KH. Ambo Dalle). Annanngguru Zainal Abidin memimpin Do'a, menambah keberkahan, Jum'at 14 Agustus 2020. Hakikatnya, kita adalah pasien dari alim Ulama yang mulia. Bukan hanya pasien di rumah sakit punya dokter, orang awam juga adalah pasien secara bathin kepada guru (tosalama) khususnya di tanah mandar. Dokter memberikan sugesti kepada pasiennya, begitu juga ulama memberikan sugesti kepada pengikutnya. Bedanya hanya ranah lahir dan bathin saja. Sigmund freud dengan psikosanalisnya sebisa mungkin menutup keragu-raguan pada pasiennya dengan cara sugesti psikoanalisisnya. Bahwa freud memerintahkan untuk menutup pintu dari segala arah, agar...

PANCASILA TERNYATA BUKAN IDEOLOGI

Image
PANCASILA bukan ideologi ternyata Oleh: Alan Santri Millenial Dialektika ideologi dunia kini mulai mengeras dan nampak teramat ganas. Mengapa tidak pertarungan pemikiran dalam frame ideologi melahirkan konsekwensi logis akan tata pola pikir dan cara bertindak seseorang. Pancasila lahir sebagai the alternative of ideologi dari kekacauan umat manusia. Sehingga bung Karno tanggal 1 juni 1945 sebagai pencetus pancasila mengangkat ideologi lima sila ini ke permukaan dunia sebagai solusi cinta dan perdamaian. Pancasila selain posisinya the Filosofi Grondslag  juga berkedudukan sebagai Weltanschaung. Dalam hal ini perlu difahami bahwa Welatanschaung belum tentu menjelma menjadi Filosofi Grondslag, sebab Weltanschaung adalah gambaran masyarakat yang telah membentuk karakter dan adat kebiasaan manusia dengan local wisdom masing masing daerah. Seperti  adat tentang penegakkan hukum dan etika sosial yang berlaku, atau kalau di mandar kita kenal adat siriq. Namun saat kita bert...

KETIKA YANG PAKAR MALAH DIABAIKAN

Image
(Photo: Pinterest)  Dalam buku Tom Nichols “The death of expertise” matinya kepakaran, kelihatannya menggugat persoalan body of knowledge tubuh pengetahuan artinya terlalu bebas mengakses pengetahuan. Jika difikir lagi malah tambah memperparah keadaan.  Karena manusia akan dibatasi untuk mengekspresikan pengatahuannya, jadi tinggal kesadaran yang mesti dibangun, kenapa? Jika semua orang bisa mengakses pengetahuan mestinya sadar diri dong, dari siapa pengetahuan ini dan pada posisi apa saya mendapatkannya lalu apa manfaatnya. Meminjam bahasa Budiman sudjatmiko, ini  bukan hanya persoalan matinya kepakaran, namun juga sebuah tragedy matinya kewarasan. Tom Nichols mengatakan ”ini adalah masa-masa yang sangat berbahaya belum pernah begitu banyak orang memiliki pengetahuan lebih namun sangat enggan mempelajari apapun” ada point penting yang menarik diperhatikan, ketika Tom Nichols bermaksud bahwa akses pengetahuan kepada orang itu lebih akurat ketimbang akses kepada penget...

HANYA CINTA YANG MENEMUKAN TITIK TEMU

Image
Lanjut ke "CINTA TITIK TEMU  Oleh: Alan Santri Milenial Forum titik temu “Kerja sama Multikultural Untuk Persatuan dan Keadilan” Rabu 18 September di DoubleTree Hillton Hotel Jakarta diselenggarakan oleh tiga organisasi besar Nurcholis Madjid Society, Gusdurian dan Ma’arif Institute. Setelah petuah dari Ibu Omi Komaria, Ibu Shinta Nuriyah Wahid dan Prof. Quraish shihab, forum secara resmi dibuka oleh bapak presiden RI Ir. Joko Widodo. Forum dihibur oleh budayawan Sudjiwo Tedjo, kemudian dipandu moderator Gus Ulil Abshar Abdallah, mempersilahkan pertama kepada Bikhu Ratu shr Bhagawan Narayana Nana Suryanadi, dan mengatakan “ Bijaksana harus dimulai dengan bijaksini, sambil menunjuk dadanya dan mempertegas disini, didalam hati ini ada kebijaksanaan. Mulai dari dalam diri, kemudian keluar dari diri dan bijaksana kepada orang lain ”. “ Suatu ketika ada orang bertanya, Apa perbedaan konsep kemanusiaan Gusdur dan paham kemanusiaan ala barat? Ternyata, Gusdur me...