Posts

ANTARA HOMO SAPIENS, HOMO DIGITALIS DAN HOMO BRUTALIS

Image
 Farham Rahmat Yuval noah harari sudah menulis Homo Sapiens, kemudian perlahan akan menjadi Homo Deus yaitu manusia yang mampu menentang kematian dengan kecanggihan teknologi. Hari ini, kita berada pada era Homo Digitalis, kadang-kadang jadi Homo Brutalitas. Semua punya potensi untuk Brutal. Yuval sepertinya luput perhatian bahwa apapun nama homonya, tetap karakter brutal itu tetap ada. Jadi homo deus super power juga potensi akan merusak yang lain. Apalagi homo digitalis. Kebebasan tidak terkendali, tidak ada pengawasan moral didalam digital. Eksibisionisme, narsisme, voyerisme mendapat panggung di ruang digital tanpa pengawasan hukum etika.   Homo digitalis dia seperti membentuk negara baru tanpa norma. Digital state of nature adalah suatu kondisi dimana keadaan adil tidak adil buram, benar salah tidak jelas. Kecanggihan gawai membuat penggunanya tidak sadar kalau mereka menjadi homo brutalis. Kebahlulan suci gampang tercipta. Karon Lanier mengatakan: "Masalahnya bukan mo...

KENA MENTAL: TASAWUF DAN DIGITAL

Image
                    (Gambar: Lukisan di Olshop)  Kena mental sebuah istilah yang muncul baru-baru ini. Kalau gak salah dipopulerkan generasi millenial yang akrab dengan tiktok dan game Mobile legend. Ia menggambarkan suatu kondisi down, perasaan yang sedih takut dan terkucilkan. Nitizen orang Indonesia biasanya suka konten bernuansa mental. Kita disuguhkan dengan sajian orang baku hantam, saling gertak, remaja bucin, skenario hantu-hantuan, perselingkuhan bahkan hal hal yang menjijikan.  Kadang-kadang ada yang sengaja joget-joget dan teriak kencang didepan umum. Teman saya bilang: "Hari ini, demi konten, urat malu putus" Tapi gak apa-apalah, namanya juga usaha kan ya? Tapi jangan sampai aja isi kontennya adu domba dan menebar kebencian, fitnah, apalagi sampai merendahkan martabat orang, suku apalagi negara tanpa data dan fakta. Dan satu lagi, kalau bisa konten seksi-seksi dikurangi. Si kaco gak tahan tuh: "Gimana gak gila, ko...

PEMERINTAH JANGAN JADI GAJAH, RAKYAT JANGAN JADI KAMBING

Image
                       (Sumber photo: Google)  Konon, jabatan raja di negri kambing kosong dan lowong. Tidak seekor kambing berani menjadi raja. Tanggungjawabnya sangat besar, ia harus menghadapi ledakan penduduk, mengatur ketertiban dan keamanan, mengorganisir tentara untuk menghadapi musuh dari negri serigala. Sementara negri sedang kacau, danau penuh kencing, tahi kambing dimana-mana, rumput dibakar seenaknya, daun dibuang-buang dan penyakit menular dimana-mana. Para pinisepuh berembug dalam Anggota dewan kambing, "keadaan ini tidak bisa dibiarkan" tegas kambing yang paling tua berjanggut putih. Lucunya, ada kebiasaan di negri kambing, kalau salah satu sudah angkat bicara yang lain pasti setuju pantang menolak. Bagus sih, budaya memperlancar musyawarah, semua teriak "Setuju! setuju!" Tidak ada pertanyaan apalagi diskusi, semuanya ngangguk-ngangguk sami'na wa atha'na.  Kemudian Pengumuman diterbitkan "Dibutuhkan Raj...

KONSTRUKSI DEMOKRASI INDONESIA UNTUK KEBAIKAN KOLEKTIF BANGSA

Image
"Jurnal Indonesia Maju" merupakan media untuk menjembati kalangan peneliti, akademisi dan aktivis dengan pengambil kebijakan. Jurnal ini diterbitkan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dibawah administrasi Setkab RI.  Jurnal Indonesia maju Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi menggelar webinar dengan tema: "Konstruksi Demokrasi Indonesia untuk Kebaikan kolektif Bangsa" Sabtu, 03 Juli 2021. Mendatangkan dua pembicara handal, Ibu Dr. Anis Faridah, M. Si. (Akademisi/Sosiolog Hukum UIN Sunan Ampel Surabay) dan Bapak Dr. Nur Iman Subono (Akademisi/Dosen Ilmu Politik UI) Webinar dimoderatori anak muda hebat yang juga merupakan peneliti Jokowi dan tim Juru bicara Presiden RI Bung Andi Zulkarnain. Pertama dibuka Oleh Bapak Fadjroel Rachman. Dalam sambutannya beliau mempertegas tujuan Demokrasi untuk keadilan dan kedaulatan Rakyat, apapun dan bagaimanapun kondisinya.  Narasumber pertama Ibu Anis Faridah memaparkan bahwa nama lain Hukum adalah Ius yaitu Upaya yang d...

PUTIKA: FALSAFAH WAKTU DAN SPRITUAL ORANG MANDAR

Image
                             Para leluhur di mandar, cara mendidik mereka salah satunya adalah melalui media Pappasang, yaitu pesan yang di sakralkan. Pada titik puncaknya pappasang bisa menjadi paissangan diboco bocoi (Pengetahuan privasi) meskipun secara bahasa boco' artinya kelambu, bicara kelambu artinya sudah ranah rahasia. Beberapa Pappasang itu, diantaranya kita kenal nama Putika. Hakikatnya putika tidak banyak bicara penuturan, sebab dia adalah perlakuan dengan simbol. Murtadha Muthahhari menyebutnya pengetahuan tanda. Segala aktivitasnya selalu diiringi pembacaan simbol untuk menghindari malapetaka tentunya untuk meraup keuntungan dan keberkahan. Secara umum, Nilai Spiritual Putika yaitu: 1. Tata Cara sembahyang 2. Hendak memulai pekerjaan  3. Hendak bepergian 4. Hendak membangun rumah 5. Hendak melaksanakan pernikahan 6. Doa perang 7. Tata cara menanam 8. Mantra dan jimat 9. Ramalan atau tanda har...