Posts

Jejak-Jejak Ulama Nusantara, Membangun Hubungan dengan Hijaz

Image
Tradisi islam di masyarakat selalu identic dengan simbol, menariknya sistem simbol ini dipengaruhi oleh sistem nilai didalamnya. Simbol yang dimaksudkan adalah sistem Bahasa, seni kesusastraan, mitos, ilmu pengetahuan, sejarah dan sebagainya. Di sisi lain, islam mempunyai konsep tauhid sebuah konsep sentral berisi ajaran bahwa tuhan adalah pusat dari segala sesuatu, sehingga meniscayakan manusia menyembah-Nya.  Reflksi keberislaman kita di mandar selalu terfokus kepada Bukan islamnya sebagai simbol, namun sistem nilai yang menjadi praktik keberislaman. Maka tidak heran simbol keberagamaan seperti sastra di beberapa syair mandar, misalnya parrawana towaine, kalindaqdaq dan sebagainya sangat dipengaruhi sistem nilai dan konsep tauhid islam. Mitos yang berkembang di masyarakat juga selalu dikaitkan dengan simbol-simbol agama. Dalam study agama, kita mengenal doktrin dan ma’qul/rasional. Doktrin itu ada dalam kewajiban beragama, doktrin Perintah ibadah misalnya, sebagian tidak bisa dir...

Dari Kematian, Takziah hingga Persatuan Ummat

Image
Suatu waktu ada Cucunda Nabi Besar Muhammad SAW bernama Muhammad Al-jawad. Beliau mengunjungi sahabatnya yang sedang sakit, dan sahabatnya ini melontarkan pertanyaan kepada Imam Al-jawad "Ya Imam, sekarang ini saya sangat merasakan ketakutan menghadapi kematian. Beritahu saya apa dan bagaimana itu kematian, agar aku bisa tenang" Imam Al-jawad menjawab: "Apa kau pernah melihat seorang anak di waktu pagi, dimandikan, diberi wangi-wangian lalu kenakan pakaian oleh ibunya kemudian disuruh pergi bermain. Ada anak yang datang setelah dzhuhur ada yang sebelum dzhuhur, ada juga anak yang datang kalau dicari dan dibawa pulang"  Ketika seorang anak pulang ke rumahnya, sang ibu menyambutnya, dibersihkan, disuapi makanan dan diistirahatkan. Analogi ini menggambarkan kematian, yang waktu masih hidup kita keluar rumah bermain dan ketika sudah meninggal adalah suatu kondisi dimana kita kembali kerumah dalam pelukan sang ibu, Imam Al-jawad melanjutkan. Lalu, apa yang mesti dipersia...

BETULKAH HARI LAHIR PANCASILA, 1 JUNI 1945?

Image
  Oleh: Prof. Dr. Hamka Haq, MA Tepatnya tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan pidatonya yang legendaris, yang secara historis diakui sebagai rumusan awal dari Pancasila.  Selesai penyampaian pidato tersebut, Ketua BPUPKI, Dr. Radjiman, langsung membentuk panitia kecil beranggotakan 8 (delapan) orang, kemudian direvisi menjadi 9 (sembilan) orang oleh Bung Karno sendiri, dengan tugas menyusun rumusan Dasar Negara dengan mengacu pada pidato Bung Karno tersebut. Panitia 9 yang dipimpin langsung Bung Kano itulah yang merumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945.  Kemudian, setelah mengalami revisi, Pancasila dengan sila pertama Ketuhnan YME disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang juga dipimpin oleh Bung Karno.  Jadi mulai dari pidato, kemudian jadi Piagam Jakarta, sampai pada pengesahan 18 Agustus 1945, semua atas kepeloporan Bung Karno.  Dinamika perubahan sistematika urutan sila-sila Pancasila ...

Memasuki Era VUCA, Simplicity dan Agility Sebuah Keharusan

Image
 Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para admin berupaya untuk bertemu di kota Pahlawan Surabaya. Dalam Buku Mindset karya Jhon Naisbitt mengakatan "Satu gambar lebih dari 1000 kata, tetapi kehadiran seseorang dalam pertemuan itu lebih dari 1000 gambar" Dr. Muhammad Zain memulai sambutannya di Kegiatan Workshop Admin KKGTK, bertempat di Royal Tulip Hotel Surabaya, Rabu 25 Mei 2022. Semua yang hadir, kita apresiasi, karena tidak semua persoalan yang rumit bisa terbaca dan dipelajari dengan baik melaui surat edaran, website tidak semua mampu dibaca dengan baik, apalagi regulasi dan turunan-turunanya, biasanya hanya pada judulnya tidak pada detailnya.  Makanya hari ini kita berkumpul bukan sekedar temu kangen. Tapi juga punya maksud agar semua regulasi bisa difahami dengan baik, sehingga semua kegiatan berjalan dengan lancar. Satu contoh kecil, masih ada yang bertanya tentang tukin tunjangan kinerja Guru, padahal itu sudah selesai di tahun 2021, baru sadar di tahun 2022. An...

BUKAN SEKEDAR FESTIVAL, KUDA ADALAH SIMBOL PERCEPATAN

Image
   (Sumber Photo: Kadek Si bungsu Simpang M)  Festival Sayyang Pattuqdu sudah digelar oleh Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, sebagai warganya, saya patut memberi apresiasi, berhasil mengundang riak masyarakat yang juga turut memeriahkan. Senin, 23 Mei 2022 di Stadion HS. Mengga Sport Center, begitu jelita perempuan Mandar mulai bermunculan dan messawe di sayyang.  Saya tidak ingin terlalu mengomentari perihal festival nya. Izinkan saya membahas tentang Kuda dan Filosofi nya. Tidak dapat disangkal bahwa kuda termasuk salah satu hewan yang populer, banyak kita temui di beberapa negara. Dikutip dari media IDN Time ada 7 jenis kuda yang populer. Kuda Arab, Kuda Thorough Bred banyak di Amerika Utara, Kuda Morgan, Kuda Kuartal Amerika, Kuda Appalosa di Spanyol, kuda Clydesdale di skotlandia dan kuda Poni Shetland. Jenis kuda di Mandar juga punya ciri khas sendiri.  Perannya yang banyak serta membawa manfaat bagi manusia. Pacuan kuda, Kuda Jumping, Transportasi Kav...