Islam Agama Ramah bukan Marah
*ISLAM AGAMA KEMANUSIAAN
MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM 1440 H.*
_Oleh: Farham Rahmat
Santri Millenial_
Forum tasywirul fikri digelar di perputakaan PBNU senin, 10 september 2018 dalam rangka menyambut tahun baru islam 1440 H, dengan tema: islam agama kemanusiaan. Dalam forum ini dihadiri oleh ketua umum PBNU Prof. DR. K.H. Said aqil sirodj, MA, sekretaris jendral PBNU HA. Helmy Faishal Zaini dan Rais syuriah PCNU Australia new zealand K.H. Nadirsyah Hosen.
Point diskusi mengenai dua pesan langit yang mengabaikannya akan mencipta krisis kemanusiaan dan krisis identitas. Dua prinsip pesan langit dalam agama islam itu adalah Yang pertama “ _Inna Akramakum Indallahi Atqakum_ ” Orang paling mulia diantara kalian adalah orang yang paling bertaqwa. Ketaqwaan sungguh tidak diukur pada paras, kekayaan dan ilmu seseorang. Keindahan rupa, kekayaan materi dan ilmu justru akan membahayakan tanpa keimanan.
Contoh sederhana Sholat berjamaah di Masjid adalah contoh terbaik kesetaraan manusia. Shaf pertama bukan hak orang kaya, pejabat atau ulama saja, melainkan hak setiap orang muslim, walaupun dia seorang tukang becak. Sehingga Rasulullah pun dalam sejarah sering duduk bersama dengan Abdullah bin mas’ud dan bilal bin raba yang merupakan sahabat termiskin.
Yang kedua, _Wa La Yajrimannakum Syana’aanu Kaumin Ala Alla Ta’diluu_ . Janganlah kebencian kamu kepada kaum menghalangi berbuat adil. Rasulullah masih bisa berbuat adil walaupun kepada musuhnya yang dibenci agama, apalagi kepada semama muslim. Atau seperti Sayyidina Ali yang masih memberikan makan kepada Abdurrahman ibnu muljam dan memberi pesan kepada anaknya Al-hasan ketika menngqishas dengan satu tebasan saja, jangan lebih, seperti yang dilakukan kepada abahmu saat menebaskan pedang diatas kepalaku.
Contoh seperti ini akan membuat perpoilitkan dan demokrasi kita akan harmonis. Terhadap lawan pun kita harus berbuat adil. Ciri perpolitikan dan demokrasi yang sehat ada pada poin ini. Ulama berpesan kepada kita, bahwa untuk menjaga harmoni kehidupan maka perkuat tiga ukhuwah yaitu Ukhuwah islamiyyah, ukhuwuah insaniyyah (apapun negaranya) dan ukhuwah wathaniyyah (apapun agamanya). Muslim seperti ini akan memberikan Rahmat kasi sayang disekelilingnya.
Jika doktrin keagamaan yang begitu lathif lemah lembut dan tidak kasar, mengapa masih banyak islam garis keras bermunculan ? K.H. Nadirsyah Hosen menjelaskan bahwa Kemunculan islam garis keras (tidak usah disebutkan namanya) adalah respon dari issue global, seperti palestina, surya, irak dan Negara muslim tertindas lainnya. Issue global ini memberi kesan bahwa islam kalah dan dianaiaya oleh kaum non muslim, kemudian mereka merespon dengan gaya local. Dan memanfaatkan emosi amarah untuk meluapkan kekerasan dari sebab merasa kalah dari non muslim.
Itulah mengapa Penceramah yang mampu membuat emosi meluap, membangkitkan semangat jihad menjadi idola saat ini. Sementara Penceramah yang biasa biasa saja, bicaranya lurus, polos, tenang seperti Prof Quraish syihab, Prof Nasaruddin Umar jarang diidolakan oleh umat muslim. Karena tidak menyentuh sisi emosi dan semangat, meskipun keduanya berbicara ilmiah menyentuh akal rasionalitas dengan intelektualitas yang sangat tinggi. Emosi dan semangat islam, ini menjadi modal, kebetulan bertemu dengan issue ketertindasan global agama islam. Lahirlah pemahaman garis keras.
Sementara Respon NU terhadap issue global hari ini adalah tetap memberi solusi Rahmatan lil alamin. Artinya bukan pelipur lara sebab kita kalah dengan masyarakat barat dari segi ekonomi, social dan tekhnologi. Apapun posisi kita, kalah atau menang, tetap Khittah NU adalah rahmatan lil alamin. Rahmatalill alamin bukan topeng penderitaan, bukan keasadaran palsu atau pelarian kaum muslim yang tengah menghadapi kekalahan rahmatillilalamin adalah Menebar kasih sayang kepada segenap manusia apapun kondisi kita. Seperti orang islam yang keseleo lidah menghina nabi, dan umat non muslim keseleo lidah menghina agama islam.
Kenapa muncul garis islam garis keras karena ada usaha menyederhanakan. Paham garis keras itu maunya ustadz memberi komando dan mempertegas jawaban contoh ini haram ini halal. Kalau NU memperinci penjelasan dengan berbagai macam perspektif bidang keilmuan, mulai dari Qowaid at-tafsir, Qawaid al-fiqihiyyah, ushul fiqih, nahwu shorof, ulumul qur’an, ulumul hadits, tarikh tasyri’I, logika islam dan masih banyak keilmuan pondok pesantren lainnya. Akhirnya mereka merasa bosan karena membingunkan.
Yang terjadi akhrinya belajar pada mazhab sebelah dan lansung mendapatkan jawaban yang tegas, tanpa ada perincian keilmiahan dari berbagai disiplin keilmuan. contoh apa hukumnya mengucapkan ulang tahun, lansung jawabannya harammm….! Apa hukumnya maulid ? harammmm….! Apa hukumnya ziarah kubur ? harammm….! Jawaban seperti ini simple tidak membingunkan dan cepat disebarkan. Sementara NU memberikan perincian keilmuan, ketika ditanya, bukan lansung memberikan kepastian halal haram. Ala kulli hal, terakhir saya mau katakan bahwa Kebanyakan ustadz garis keras memberikan jawaban pernyataan bukan memberikan penjelasan...
Wallahu a’lam bisshowab…..
MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM 1440 H.*
_Oleh: Farham Rahmat
Santri Millenial_
Forum tasywirul fikri digelar di perputakaan PBNU senin, 10 september 2018 dalam rangka menyambut tahun baru islam 1440 H, dengan tema: islam agama kemanusiaan. Dalam forum ini dihadiri oleh ketua umum PBNU Prof. DR. K.H. Said aqil sirodj, MA, sekretaris jendral PBNU HA. Helmy Faishal Zaini dan Rais syuriah PCNU Australia new zealand K.H. Nadirsyah Hosen.
Point diskusi mengenai dua pesan langit yang mengabaikannya akan mencipta krisis kemanusiaan dan krisis identitas. Dua prinsip pesan langit dalam agama islam itu adalah Yang pertama “ _Inna Akramakum Indallahi Atqakum_ ” Orang paling mulia diantara kalian adalah orang yang paling bertaqwa. Ketaqwaan sungguh tidak diukur pada paras, kekayaan dan ilmu seseorang. Keindahan rupa, kekayaan materi dan ilmu justru akan membahayakan tanpa keimanan.
Contoh sederhana Sholat berjamaah di Masjid adalah contoh terbaik kesetaraan manusia. Shaf pertama bukan hak orang kaya, pejabat atau ulama saja, melainkan hak setiap orang muslim, walaupun dia seorang tukang becak. Sehingga Rasulullah pun dalam sejarah sering duduk bersama dengan Abdullah bin mas’ud dan bilal bin raba yang merupakan sahabat termiskin.
Yang kedua, _Wa La Yajrimannakum Syana’aanu Kaumin Ala Alla Ta’diluu_ . Janganlah kebencian kamu kepada kaum menghalangi berbuat adil. Rasulullah masih bisa berbuat adil walaupun kepada musuhnya yang dibenci agama, apalagi kepada semama muslim. Atau seperti Sayyidina Ali yang masih memberikan makan kepada Abdurrahman ibnu muljam dan memberi pesan kepada anaknya Al-hasan ketika menngqishas dengan satu tebasan saja, jangan lebih, seperti yang dilakukan kepada abahmu saat menebaskan pedang diatas kepalaku.
Contoh seperti ini akan membuat perpoilitkan dan demokrasi kita akan harmonis. Terhadap lawan pun kita harus berbuat adil. Ciri perpolitikan dan demokrasi yang sehat ada pada poin ini. Ulama berpesan kepada kita, bahwa untuk menjaga harmoni kehidupan maka perkuat tiga ukhuwah yaitu Ukhuwah islamiyyah, ukhuwuah insaniyyah (apapun negaranya) dan ukhuwah wathaniyyah (apapun agamanya). Muslim seperti ini akan memberikan Rahmat kasi sayang disekelilingnya.
Jika doktrin keagamaan yang begitu lathif lemah lembut dan tidak kasar, mengapa masih banyak islam garis keras bermunculan ? K.H. Nadirsyah Hosen menjelaskan bahwa Kemunculan islam garis keras (tidak usah disebutkan namanya) adalah respon dari issue global, seperti palestina, surya, irak dan Negara muslim tertindas lainnya. Issue global ini memberi kesan bahwa islam kalah dan dianaiaya oleh kaum non muslim, kemudian mereka merespon dengan gaya local. Dan memanfaatkan emosi amarah untuk meluapkan kekerasan dari sebab merasa kalah dari non muslim.
Itulah mengapa Penceramah yang mampu membuat emosi meluap, membangkitkan semangat jihad menjadi idola saat ini. Sementara Penceramah yang biasa biasa saja, bicaranya lurus, polos, tenang seperti Prof Quraish syihab, Prof Nasaruddin Umar jarang diidolakan oleh umat muslim. Karena tidak menyentuh sisi emosi dan semangat, meskipun keduanya berbicara ilmiah menyentuh akal rasionalitas dengan intelektualitas yang sangat tinggi. Emosi dan semangat islam, ini menjadi modal, kebetulan bertemu dengan issue ketertindasan global agama islam. Lahirlah pemahaman garis keras.
Sementara Respon NU terhadap issue global hari ini adalah tetap memberi solusi Rahmatan lil alamin. Artinya bukan pelipur lara sebab kita kalah dengan masyarakat barat dari segi ekonomi, social dan tekhnologi. Apapun posisi kita, kalah atau menang, tetap Khittah NU adalah rahmatan lil alamin. Rahmatalill alamin bukan topeng penderitaan, bukan keasadaran palsu atau pelarian kaum muslim yang tengah menghadapi kekalahan rahmatillilalamin adalah Menebar kasih sayang kepada segenap manusia apapun kondisi kita. Seperti orang islam yang keseleo lidah menghina nabi, dan umat non muslim keseleo lidah menghina agama islam.
Kenapa muncul garis islam garis keras karena ada usaha menyederhanakan. Paham garis keras itu maunya ustadz memberi komando dan mempertegas jawaban contoh ini haram ini halal. Kalau NU memperinci penjelasan dengan berbagai macam perspektif bidang keilmuan, mulai dari Qowaid at-tafsir, Qawaid al-fiqihiyyah, ushul fiqih, nahwu shorof, ulumul qur’an, ulumul hadits, tarikh tasyri’I, logika islam dan masih banyak keilmuan pondok pesantren lainnya. Akhirnya mereka merasa bosan karena membingunkan.
Yang terjadi akhrinya belajar pada mazhab sebelah dan lansung mendapatkan jawaban yang tegas, tanpa ada perincian keilmiahan dari berbagai disiplin keilmuan. contoh apa hukumnya mengucapkan ulang tahun, lansung jawabannya harammm….! Apa hukumnya maulid ? harammmm….! Apa hukumnya ziarah kubur ? harammm….! Jawaban seperti ini simple tidak membingunkan dan cepat disebarkan. Sementara NU memberikan perincian keilmuan, ketika ditanya, bukan lansung memberikan kepastian halal haram. Ala kulli hal, terakhir saya mau katakan bahwa Kebanyakan ustadz garis keras memberikan jawaban pernyataan bukan memberikan penjelasan...
Wallahu a’lam bisshowab…..
Comments
Post a Comment