Kekuatan Budaya Nusantara
THE POWER OF CULTURE NUSANTARA
Oleh: Farham Rahmat
Santri Millenial
Sistem hukum indonesia adalah konstitusi transplantasi hanya mencontek dari luar.
Padahal jauh sebelumnya kita sudah memilki sistem hukum sendiri.
Contoh: Montesqieu memperkenalkan Trias Politica abad 17 padahal nusantara sudah jauh menganut sistem itu pada sistem kerajaan.
Atau Amerika serikat dengan Konsep federal dan konfederasi sudah jauh dipraktikkan oleh kerajaan di sulawesi ketika raja raja bersepakat untuk memilih raja agung pada sebuah kerajaan besar.
Secara tidak sadar kita kehilangan identitas. Kita memakai identitas bangsa luar. Sementara kekayaan nuansa pengetahuan ada pada naskah klasik kebudayaan nusantara. Akhirnya kita berpola fikir seperti bangsa luar, berperilaku seperti bangsa luar, lebih celaka lagi terjadi sampai keturunan kita.
Mari kita angkat kembali Pengetahuan khas nusantara ke puncak global. Kita juga mempunyai Filsuf yang setara dengan Karl marx, imanuel kant, David hume atau aguste comte.
Kita juga punya Ulama yang setara dengan Imam Al-Ghazali, ibnu Rusyd, atau ibnu taimiyyah. Kita juga punya penggerak yang setara dengan iqbal lahore, ali syariati atau mahatma gandhi, dan masih banyak kekayaan nusantara yang kita miliki.
Sekarang mulailah meneliti naskah nusantara. Dan jadikan sebagai epistem yang baru.
(Bersama Prof. Dr. Jimly as-shiddiqie)
Oleh: Farham Rahmat
Santri Millenial
Sistem hukum indonesia adalah konstitusi transplantasi hanya mencontek dari luar.
Padahal jauh sebelumnya kita sudah memilki sistem hukum sendiri.
Contoh: Montesqieu memperkenalkan Trias Politica abad 17 padahal nusantara sudah jauh menganut sistem itu pada sistem kerajaan.
Atau Amerika serikat dengan Konsep federal dan konfederasi sudah jauh dipraktikkan oleh kerajaan di sulawesi ketika raja raja bersepakat untuk memilih raja agung pada sebuah kerajaan besar.
Secara tidak sadar kita kehilangan identitas. Kita memakai identitas bangsa luar. Sementara kekayaan nuansa pengetahuan ada pada naskah klasik kebudayaan nusantara. Akhirnya kita berpola fikir seperti bangsa luar, berperilaku seperti bangsa luar, lebih celaka lagi terjadi sampai keturunan kita.
Mari kita angkat kembali Pengetahuan khas nusantara ke puncak global. Kita juga mempunyai Filsuf yang setara dengan Karl marx, imanuel kant, David hume atau aguste comte.
Kita juga punya Ulama yang setara dengan Imam Al-Ghazali, ibnu Rusyd, atau ibnu taimiyyah. Kita juga punya penggerak yang setara dengan iqbal lahore, ali syariati atau mahatma gandhi, dan masih banyak kekayaan nusantara yang kita miliki.
Sekarang mulailah meneliti naskah nusantara. Dan jadikan sebagai epistem yang baru.
(Bersama Prof. Dr. Jimly as-shiddiqie)
Comments
Post a Comment