Manusia Itu Predator Natural atau Predator Struktural ?

PREDATOR NATURAL ATAU PREDATOR STRUKTURAL ?

Oleh: Farham Rahmat

Santri Milenial

Hukum alam menaungi seleuruh gerak kehidupan makhluk. Dengan system seperti ini melazimkan adanya sebuah kehidupan. Memang hubungan timbal balik atau simbiolis mutualisme terkadang terjadi dan tercipta dari interaksi beberapa makhluk hidup.

Sehingga kita biasa mengenal system mata rantai dalam kehidupan.
Hukum alam sejatinya berasal dari kehendak dan kuasa Tuhan, bukan berarti juga menafikan hukum alam atau pun sebaliknya. Keduanya bekerja namun yang menjadi penyebab utama tentunya adalah kehendak Tuhan. Singkat kata bisa dikatakan bahwa keberlansungan kehidupan makhluk berpegangan kepada hukum rantai makanan.

Seekor Ular untuk bisa bertahan hidup harus memakan tikus, tikus untuk bertahan hidup harus memakan padi, ular juga sendiri menjadi mangsa dari elang dan elang akan diurai menjadi bakteri.Seperti itulah undang-undang alam, sehingga kita bisa mengambil dari singkapan hukum tersebut bahwa adanya predator untuk yang lainnya, dan itu sama sekali tidak bisa disalahkan sebab itu adalah perkara natural alamiah.

Mengenai Penjelasan tersebut, saya teringat dengan sebuah kisah tentang masyarakat kambing yang selalu resah dengan tewasnya beberapa anak mereka dari sergapan bangsa harimau, tentang keluhan induk ayam dari incaran elang yang setiap saat dapat menewaskan bangsa ayam.

Masing masing dari kaum tertindas ini termasuk juga bangsa kelinci dibawah bayang-bayang maut dari keganasan bangsa ular, semuanya menghadap kepada raja untuk meminta keadilan dari penindasan yang dilakukan oleh para kaum predator .Bangsa kambing mengeluhkan nasibnya, begitu juga dengan bangsa ayam mengadukan ketertindasan mereka, hal serupa dialami juga bangsa kelinci menuntut agar semua predator dibasmi.

Mendengar suara aspirasi dari beberapa rakyatnya maka raja dengan bijak memanggil para bangsa predator tersebut, namun diwakili seorang kancil sebagai pengacara mereka.Tiba di istana negara para binatang, Sang Raja lansung menjatuhi hukuman terhadap bangsa predator, tiba-tiba si kancil menyela dan berkata: mereka tidak bersalah, jika memang harus dihukum maka yang pertama yang harus dihukum adalah hukum alam, alasannya sederhana, sebab hukum alam yang membuat mereka menjadi predator.

Raja bertanya terus gimana kancil  ?
Lanjut si kancil: secara tabiat makhluk hidup harus makan, dan makanan ular adalah kelinci, makanan harimau adalah kambing dan makanan elang ya ayam pastinya, semuanya telah diatur oleh alam. Mendengar penjelasan kancil sang raja secara spontan melepaskan para predator tersebut, tentunya para penuntut keadilan menjadi kecewa.

Predator dalam bangsa hewan terikat dengan system alam menjadi rantai makanan sehingga mereka disebut sebagai predator natural, berbeda dengan manusia. Manusia tidak berlaku system rantai makanan, makanan manusia bukanlah manusia yang lainnya, semua manusia mempunyai makanan yang sama, sehingga terakhir saya katakan bahwa jika ada predator pada manusia itu bukan secara alami tapi buatan system atau disebut predator structural, rakyat menyebutnya Konspirasi busuk "KORUPSI MASSAL"

Comments

Popular posts from this blog

SYUKUR PANENGAN FILOSOFI TARI MAPPADENDANG

KETIKA YANG PAKAR MALAH DIABAIKAN

LITERASI DIGITAL UNTUK DESA