Mencari Senyum Berkah Sang Nabi

MENCARI SENYUM BERKAH SANG NABI
(MAULID UNTUK KEBERKAHAN BANGSA KU)

Oleh: Farham Rahmat

Santri Millenial

Dikisahkan dalam musnad ahmad, 5:443. Diatas pohon kurma milik kebun bani quraizhah, tahun 1 hijriyah, ada seorang yang berbadan tinggi namanya Ruzbah. Dia bukan penduduk asli yastrib (mekkah), dia berasal dari kota jauh ishfahan (persia). Dia telah menempuh perjalan jauh secara jasmaniah dan rohaniah. Dia meninggalkan keluarganya yang kaya dan berjabat bahkan meninggalkan posisi pemelihara api sebagai agama majusi. Berjalan ribuan mil, berhari berminggu lamanya mencari pembawa kebenaran. Akhirnya pendeta nasrani memberitahukan akan kedatangan seorang nabi pembawa kebenaran, penyebar kasih dan cinta di kota yastrib.

Dikota itulah dia menjatuhkan dirinya sebagai budak demi untuk menjemput kedatangan kekasih tuhan. Seketika dia mendengar seruan majikan kepada teman teman budaknya. Kita sudah sampai di quba muhammad. Muhammad.....! itulah nama yang ia tunggu, muhammad itulah manusia yang dirindukannya selama ini dan disanalah ujung perjalanannya. Seketika tubuh ruzbah bergetar, hampir ia terjatuh dari atas pohon.

Dia menyiapkan satu kantong kurma, sementara jarak antara yastrib dan quba masih sangat jauh bermil. Namun langkah langkahnya begitu cepat dipenuhi dengan cinta. Makin dekat ke quba makin berguncang dadanya. Muhammad...! berulang ulang dia gumamkan.  Dia bergumam, “Aku mendengar engkau orang saleh ditemani oleh orang asing, ini ada beberapa butir kurma, aku serahkan sebagai sedekah. Nabi Muhammad membagikannya kepada para sahabat tak satu pun ia makan.

Keesokan harinya Ruzbah datang lagi dengan sekantung kurma lagi ia bergegas menemui nabi yang sedang memasuki kota madinah. Ruzbah memberi kurma lagi dan nabi membagikanya lagi kepada sahabat dan tak satupun ia makan, ini tanda kedua bisik ruzbah dalam hatinya. Sesaat nabi ingin mensholati jenazah, Ruzbah melompat pas di belakang nabi, lalu nabi memberikan surbannya sebagai penutup bahunya yang telanjang. Spontan ruzbah lompat dan mecium bau kenabian di pundak nabi dan terus menangis. Ia melepaskan kerinduannya dengan al-mushtofa muhammad.

Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Nabi bertanya dari mana engkau ? Ruzbah menjawab saya dari ishfahan, setelah itu nabi memeluknya dan menamainya Salman Al-Farizi. Salman bukanlah satu satunya orang yang berjalan bermil mil untuk melepaskan kerinduan kepada kekasih Allah Muhammad, bukan satu satunya manusia yang gandrung akan kebenaran sejati yang mengantarkannya kepada Muhammad. Ada jutaan manusia yang merindukan sosok manusia suci Muhammad termasuk umat muslim di indonesia dengan perayaan maulidnya, sebagai simbol melepas kerinduan kepada Nabi.

Ya Rasulullah.... aku berada di indonesia, aku bukan salman yang berada di ishfahan, aku bukan orang arab dan aku bukan penduduk mekkah dan madinah. Aku dipisahkan jarak jutaan mil denganmu ya Rasulallah.... aku dijauhkan darimu waktu tahun abad lamanya. Tetapi aku ingin menjadi Salman. Aku ingin meninggalkan keluargaku, aku ingin meninggalkan jabatanku, aku ingin meninggalkan hartaku, aku ingin lari walalupun langkah ku kecil, asalakan ufuk kerinduanku engkau perkenankan untuk mencium semerbak Khatamun Al-anbiya di bahumu yang suci nan mulia. Agar aku menghirup wangi kenabian mu dan mencari senyum berkah mu.

Aku ingin seperti Salman. Ketika sahabat merayakan kemenangan perang khaibar, mereka bangga dengan kejeniusan salman. Berkat salman madinah terselamatkan dengan taktik dan strategi salman. Rasulullah bergumam salman minna... dari golongan manakwah salman ? rasulullah tersenyum berkata SALMAN MINNA WA AHLULBAITY “salman dari kami dan dari keluargaku” duhai bahagianya Salman, mendapat anugrah senyum sang Nabi.

Namun aku tidak sebaik salman, aku hanya bisa mengais serpihan kecil ilmu Salman, aku hanya bisa menyauk segenggam dari kecintaan salman padamu. Aku tidak berhak menerima senyum berkah darimu. Jika aku tidak layak menerimanya, karena kotoran dariku kejahilan ilmuku dan kerendahan jiwaku dibandingkan dengan salman, namun bisakah aku menjadi orang paling terkahir mendapat senyum berkah darimu ? duhai kekasih Allah, kami mengaku sebagai umatmu sedang merayakan kebahagian atas kelahiranmu.

Ku meluapkan segenap cinta kasih dariku, dari keluargaku, dari umat muslim indonesia dan saudara kemanusiaanku. Terimalah persembahan cinta dan kerinduan kepadamu wahai  al-mushtofa muhammad untuk keberkahan bangsa, agama dan negaraku. Maulid peringatan hari lahirmu untuk keberkahan bangsa, agama, negara dan seluruh alam semesta.

ALLAHUMMA  SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALIHI MUHAMMAD.

Comments

Popular posts from this blog

SYUKUR PANENGAN FILOSOFI TARI MAPPADENDANG

“USSUL” CARA ORANG MANDAR MERAYU TUHAN (Kajian budaya Habib Ahmad Fadhl al-mahdaly)

SALAH POTONGAN RAMBUT BISA MEMICU KEMATIAN (Kisah teman yang terbeban jiwa)