Moment Cinta Tak bersyarat
"11_12_13 MOMENTUM CINTA TAK BERSYARAT"
Sebuah kisah tentang perjalanan cinta antara dua insan yang sempat mengarungi hidup menyatukan sayapnya terbang tinggi menggapai hakikat cinta namun berakhir dengan sebuah perpisahan karna salah satu sayapnya patah lebih dulu meninggal dunia. Sebuah kisah yang menarik dan faktual dalam hidup sang objek yang malam itu tanpa disengaja ia mengunkap apa yang sesungguhnya ia rasa dan menceritakannya kepadaku.
Tulisan ini mungkin tak bisa mewakili kisah itu secara paripurna namun ingin ku katakan bahwa yaa inilah usahaku dalam menulis sebuah perjalanan cinta yang begitu menarik dan memukau itu, oleh sebab itu sebelumnya saya meminta maaf kepada kakanda apabila nantinya ada peristiwa atau perkataan yang tak sempat dicantumkan atau bahkan keliru dalam penempatan kata atau peristiwa yang diceritakan.
Diawali sebuah pertemuan antara Alan kecil dan dewi kecil disebuah kegiatan pramuka kelas 5 SD yang masing-masing mewakili sekolahnya dalam kegiatan tersebut. Hingga kejenjang sekolah yang lebih tinggi ternyata mereka kembali satu kampus tapi berbeda Jurusan dan mereka barulah dipertemukan setelah keduanya berada dalam satu organisasi pramuka yang sama.
Kisah ini bisa terbilang agak lucu karna begitu banyak lika liku perjalanan asmara yang dilaluinya justru dengan orang lain, setelah perjalanan cinta itu barulah mereka bisa dipertemukan, Alan punya kisah asmara sendiri dan dewi punya kisah asmara sendiri. diantaranya sahabat Alan yang berinisial SY terlebih dahulu menyatakan rasa kepada dewi yang saat itu dewi sebenarnya punya rasa kepada Alan, namun masih belum percaya dengan rasa itu. Akhirnya ia menjalin hubungan dengan SY yang justru berujung pada rasa sakit.
Di saat hubungan itu retak Alan justru berupaya ingin menengahi dan mencoba menyambungkan keduanya kembali, alasannya sederhana karna kepekaan seorang sahabat kepada sahabatnya yang begitu tinggi, sayangnya upaya yang dilakukan Alan justru tak membuai hasil sebagaimana harapan Alan, yunda dewi justru melontarkan bahasa yang menusuk sembari berkata "Pohon yang sudah mati, tidak mungkin bisa hidup kembali".
Seiring bergulirnya waktu, terpisahnya hubungan antara dewi dengan SY, memaksa yunda dewi untuk sementara harus menerima kenyataan terkubur dalam rasa yang belum dibalas oleh sosok yang ia kagumi yaitu memendam rasa kepada Alan. posisi yang menuntut untuk mencintai dalam diam, sebab kedua sahabatnya juga mengagumi sosok Alan yang waktu itu sementara menjalani hubungan dengan wanita yang berinisial ZA.
Rasa kagum dua sahabat dewi terbukti dari pernyataan kedua sahabatnya sendiri, begitu antusias memuji kanda Alan setelah selesai pemaparan materi retorika pada acara besic training Lk1 Himpunan Mahasiswa Islam komisariat sospol Unsulbar majene. Diantara banyaknya bunga-bunga yang memuji kumbang, dua sahabat dewi berinisial FA dan FI ternyata ada sosok bunga yang mengagumi kumbang dalam diam, dan ialah sosok yunda dewi, tidak disangka dan tidak terduga kumbang yang tadinya terlihat tidak peka ternyata juga menyimpan rasa kepada sang bunga tersebut walaupun kadarnya hanya sedikit.
Anehnya... Sosok Alan kerap dicap sebagai playboy oleh kawan dan pacarnya, sebab kebiasaannya yang sulit setia pada satu wanita, Nah dari kebiasaan itu terbawa sampai dia mendekati dan mendapatkan yunda dewi sementara dia masih terikat hubungan dengan kekasihnya berinisial ZA hingga akhirnya mereka berdua sepakat menjalin hubungan tepat pada tanggal 11 Desember 2013, sementara waktu momentum itu ZA tidak mengetahuinya Namun yunda dewi mengetahui dan menerima kenyataan yang ada.
Strategi melancarkan rencana Alan untuk tetap aman dari kecurigaan ZA, dia mengubah nama kontak ZA dengan sebutan philo sophia dan yunda dewi dengan sebutan epistemologi. Hahahahaha bisa dibilang cukup kreative dalam bermain petak umpet si Alan ini.
Seiring berjalannya kisah asmara mereka, Alan justru lebih merasa nyaman berada disisi yunda dewi yang tadinya hanya sebagai bahan perbandingan yang selektif perlahan berubah menjadi pundi-pundi cinta, dan waktu itulah momen yang tepat Alan berani jujur dan menegaskan bahwa ada ZA diantara kita. Dahsyatnya yunda dewi justru membalasnya dengan bahasa cinta yang begitu filosofis "Sungguh rendah cinta ini jika dia luntur hanya karna engkau punya perempuan lain selain diriku, sungguh hina cinta ini ketika dia sirna hanya karna masalah sepele seperti itu".
Dari dentuman syair itu Alan sempat terbelalak dan takjub mendengarnya sembari berbisik dalam hati (kok ada yah, makna cinta yang begitu filosofis seperti itu... Aneh) lalu bertanya kembali kepada yunda dewi, Mengapa kau mengatakan seperti itu? yunda dewi menjawabnya dengan bahasa cinta, "Karna cinta itu tak bersyarat, syarat cinta adalah cinta itu sendiri, Aku cinta karna Aku tulus mencinta, bukan karna dorongan apapun, tapi inilah cinta yang Aku rasa ketika berada didekatmu". Nah dari pernyataan tersebut, laki-laki yang dikenal sang penakluk wanita nan playboy ini, justru mabuk tidak sadarkan diri oleh ketulusan cinta yunda dewi, dan hari itu Alan mengumumkan kepada dunia dan memutuskan bahwa "saya tidak akan menduakan yunda dewi selamanya".Dan inilah akhir perjalanan sang playboy.
Lalu bagaimana dengan ZA yang masih menjadi kekasih Alan sementara Alan sudah memutuskan untuk tidak mendua dari yunda dewi, Alan juga penasaran seperti apa respon ZA ketika tahu bahwa ada dewi diantara mereka. Akhirnya Alan memberitahukan kepada ZA dengan jujur seperti pengakuaannya kepada yunda dewi, justru jawaban ZA berbanding terbalik dengan perkataan dewi, ZA malah berkata "cukup sudah hubungan ini ketika ada yang lain di antara kita karna aku tidak bisa menerima cinta yang tidak klimaks pada satu objek". Alan spontan terdiam tidak berkata apa-apa dan akhirnya ZA dan Alan memutuskan untuk memilih jalur perpisahan.
Dalam perjalanan cinta antara Alan dan dewi kini dilalui dengan bahagia dan saling memegang komitmen tuk sampai kepada jenjang ikatan yang sah. Mereka bersepakat untuk tidak terburu-buru serta memprioritaskan masing-masing membangun kelayakan untuk bekal rumah tangga kedepan, hingga mereka bersama-sama menuntut ilmu di salah satu pesantren yang ada di Jakarta kisaran 2 tahunan mereka sempat dilanda rindu yang berkepanjangan, karna aturan di pesantren tersebut tidak membolehkan antara laki-laki dan perempuan bertemu bahkan saling tatap-tatapan pun sangat dilarang keras dipesantren tersebut. Namun karna Alan punya banyak cara untuk menerobos aturan tersebut secara terselubung tanpa di ketahui oleh kiyai. Banyak cara yang Alan lakukaan untuk bisa berkomunikasi dengan dewi Namun dalam tulisan ini tidak saya cantumkan karna saya masih harus menanyakan Langsung kepada objek yang mengalami untuk mencantumkan cara-cara jail tersebut agar otentik dan tidak mengada-ngada Hehehe.
Setelah melewati masa-masa rindu yang berkepanjangan di pesantren, akhirnya tiba saatnya mereka kembali ke kampung mereka sering bersama, jalan bersama, makan bersama, belajar bersama, refreshing bersama, bahkan canda tawa dan sedihpun bersama. Meskipun keduanya masing-masing menyandang gelar santri milenial dan lahir di pelataran dunia luar pesantren sebagai mutiara-mutiara santri yang Humanis. Hari-hari mereka lalui dengan menabur benih-benih edukasi ke adik-adiknya yang ada di kampus, dikampung, maupun organisasinya. Niatnya sebagai amal jariyah sesuai dengan apa yang mereka pelajari selama di pesantren.
Namun sejalan dengan bergulirnya waktu, mereka kembali terpisah karena Alan memutuskan untuk kembali menimbah ilmu bahasa English di pare selama beberapa bulan demi targetnya mencapai beasiswa S2, sementara yunda dewi lebih memilih untuk tetap di kampung mengabdi kepada orang tua dan masyarakat sembari menyelesaikan pendidikannya.Tapi yang Alan anggap sebagai perpisahan sementara itu, justru malah menjadi perpisahan untuk selamanya-lamanya di dunia. Yunda dewi lebih dulu mengucap selamat tinggal kepada Alan, kekasih yang waktu berpulangnya yunda dewi untuk selamanya-lamanya, Alan tidak berada di dekatnya karena sementara di Jakarta. itulah yang menjadi sebab tersayat-sayatnya hati Alan tanpa suara dan tak kuasa berbuat apa-apa setelah mendengar kabar tersebut, hingga sampai dikediaman sang kekasih yang terbaring kaku terbungkus kain kafan. Alan tidak sempat melihat jasad kekasihnya, sementara dalam perjalanan dari jakarta jasad yunda dewi telah di makamkan. Kini setelah peristiwa yang hanya meninggalkan kenangan indah tersebut, Alan hanya bisa pasrah pada takdir bahwa semuanya telah diatur oleh sang Maha Kuasa di pelataran bumi raya ini. Namun kenangan indah bersamanya takkan pernah hilang dari benaknya dan akan selalu dikenang hingga akhir hayat.
Sebuah kisah tentang perjalanan cinta antara dua insan yang sempat mengarungi hidup menyatukan sayapnya terbang tinggi menggapai hakikat cinta namun berakhir dengan sebuah perpisahan karna salah satu sayapnya patah lebih dulu meninggal dunia. Sebuah kisah yang menarik dan faktual dalam hidup sang objek yang malam itu tanpa disengaja ia mengunkap apa yang sesungguhnya ia rasa dan menceritakannya kepadaku.
Tulisan ini mungkin tak bisa mewakili kisah itu secara paripurna namun ingin ku katakan bahwa yaa inilah usahaku dalam menulis sebuah perjalanan cinta yang begitu menarik dan memukau itu, oleh sebab itu sebelumnya saya meminta maaf kepada kakanda apabila nantinya ada peristiwa atau perkataan yang tak sempat dicantumkan atau bahkan keliru dalam penempatan kata atau peristiwa yang diceritakan.
Diawali sebuah pertemuan antara Alan kecil dan dewi kecil disebuah kegiatan pramuka kelas 5 SD yang masing-masing mewakili sekolahnya dalam kegiatan tersebut. Hingga kejenjang sekolah yang lebih tinggi ternyata mereka kembali satu kampus tapi berbeda Jurusan dan mereka barulah dipertemukan setelah keduanya berada dalam satu organisasi pramuka yang sama.
Kisah ini bisa terbilang agak lucu karna begitu banyak lika liku perjalanan asmara yang dilaluinya justru dengan orang lain, setelah perjalanan cinta itu barulah mereka bisa dipertemukan, Alan punya kisah asmara sendiri dan dewi punya kisah asmara sendiri. diantaranya sahabat Alan yang berinisial SY terlebih dahulu menyatakan rasa kepada dewi yang saat itu dewi sebenarnya punya rasa kepada Alan, namun masih belum percaya dengan rasa itu. Akhirnya ia menjalin hubungan dengan SY yang justru berujung pada rasa sakit.
Di saat hubungan itu retak Alan justru berupaya ingin menengahi dan mencoba menyambungkan keduanya kembali, alasannya sederhana karna kepekaan seorang sahabat kepada sahabatnya yang begitu tinggi, sayangnya upaya yang dilakukan Alan justru tak membuai hasil sebagaimana harapan Alan, yunda dewi justru melontarkan bahasa yang menusuk sembari berkata "Pohon yang sudah mati, tidak mungkin bisa hidup kembali".
Seiring bergulirnya waktu, terpisahnya hubungan antara dewi dengan SY, memaksa yunda dewi untuk sementara harus menerima kenyataan terkubur dalam rasa yang belum dibalas oleh sosok yang ia kagumi yaitu memendam rasa kepada Alan. posisi yang menuntut untuk mencintai dalam diam, sebab kedua sahabatnya juga mengagumi sosok Alan yang waktu itu sementara menjalani hubungan dengan wanita yang berinisial ZA.
Rasa kagum dua sahabat dewi terbukti dari pernyataan kedua sahabatnya sendiri, begitu antusias memuji kanda Alan setelah selesai pemaparan materi retorika pada acara besic training Lk1 Himpunan Mahasiswa Islam komisariat sospol Unsulbar majene. Diantara banyaknya bunga-bunga yang memuji kumbang, dua sahabat dewi berinisial FA dan FI ternyata ada sosok bunga yang mengagumi kumbang dalam diam, dan ialah sosok yunda dewi, tidak disangka dan tidak terduga kumbang yang tadinya terlihat tidak peka ternyata juga menyimpan rasa kepada sang bunga tersebut walaupun kadarnya hanya sedikit.
Anehnya... Sosok Alan kerap dicap sebagai playboy oleh kawan dan pacarnya, sebab kebiasaannya yang sulit setia pada satu wanita, Nah dari kebiasaan itu terbawa sampai dia mendekati dan mendapatkan yunda dewi sementara dia masih terikat hubungan dengan kekasihnya berinisial ZA hingga akhirnya mereka berdua sepakat menjalin hubungan tepat pada tanggal 11 Desember 2013, sementara waktu momentum itu ZA tidak mengetahuinya Namun yunda dewi mengetahui dan menerima kenyataan yang ada.
Strategi melancarkan rencana Alan untuk tetap aman dari kecurigaan ZA, dia mengubah nama kontak ZA dengan sebutan philo sophia dan yunda dewi dengan sebutan epistemologi. Hahahahaha bisa dibilang cukup kreative dalam bermain petak umpet si Alan ini.
Seiring berjalannya kisah asmara mereka, Alan justru lebih merasa nyaman berada disisi yunda dewi yang tadinya hanya sebagai bahan perbandingan yang selektif perlahan berubah menjadi pundi-pundi cinta, dan waktu itulah momen yang tepat Alan berani jujur dan menegaskan bahwa ada ZA diantara kita. Dahsyatnya yunda dewi justru membalasnya dengan bahasa cinta yang begitu filosofis "Sungguh rendah cinta ini jika dia luntur hanya karna engkau punya perempuan lain selain diriku, sungguh hina cinta ini ketika dia sirna hanya karna masalah sepele seperti itu".
Dari dentuman syair itu Alan sempat terbelalak dan takjub mendengarnya sembari berbisik dalam hati (kok ada yah, makna cinta yang begitu filosofis seperti itu... Aneh) lalu bertanya kembali kepada yunda dewi, Mengapa kau mengatakan seperti itu? yunda dewi menjawabnya dengan bahasa cinta, "Karna cinta itu tak bersyarat, syarat cinta adalah cinta itu sendiri, Aku cinta karna Aku tulus mencinta, bukan karna dorongan apapun, tapi inilah cinta yang Aku rasa ketika berada didekatmu". Nah dari pernyataan tersebut, laki-laki yang dikenal sang penakluk wanita nan playboy ini, justru mabuk tidak sadarkan diri oleh ketulusan cinta yunda dewi, dan hari itu Alan mengumumkan kepada dunia dan memutuskan bahwa "saya tidak akan menduakan yunda dewi selamanya".Dan inilah akhir perjalanan sang playboy.
Lalu bagaimana dengan ZA yang masih menjadi kekasih Alan sementara Alan sudah memutuskan untuk tidak mendua dari yunda dewi, Alan juga penasaran seperti apa respon ZA ketika tahu bahwa ada dewi diantara mereka. Akhirnya Alan memberitahukan kepada ZA dengan jujur seperti pengakuaannya kepada yunda dewi, justru jawaban ZA berbanding terbalik dengan perkataan dewi, ZA malah berkata "cukup sudah hubungan ini ketika ada yang lain di antara kita karna aku tidak bisa menerima cinta yang tidak klimaks pada satu objek". Alan spontan terdiam tidak berkata apa-apa dan akhirnya ZA dan Alan memutuskan untuk memilih jalur perpisahan.
Dalam perjalanan cinta antara Alan dan dewi kini dilalui dengan bahagia dan saling memegang komitmen tuk sampai kepada jenjang ikatan yang sah. Mereka bersepakat untuk tidak terburu-buru serta memprioritaskan masing-masing membangun kelayakan untuk bekal rumah tangga kedepan, hingga mereka bersama-sama menuntut ilmu di salah satu pesantren yang ada di Jakarta kisaran 2 tahunan mereka sempat dilanda rindu yang berkepanjangan, karna aturan di pesantren tersebut tidak membolehkan antara laki-laki dan perempuan bertemu bahkan saling tatap-tatapan pun sangat dilarang keras dipesantren tersebut. Namun karna Alan punya banyak cara untuk menerobos aturan tersebut secara terselubung tanpa di ketahui oleh kiyai. Banyak cara yang Alan lakukaan untuk bisa berkomunikasi dengan dewi Namun dalam tulisan ini tidak saya cantumkan karna saya masih harus menanyakan Langsung kepada objek yang mengalami untuk mencantumkan cara-cara jail tersebut agar otentik dan tidak mengada-ngada Hehehe.
Setelah melewati masa-masa rindu yang berkepanjangan di pesantren, akhirnya tiba saatnya mereka kembali ke kampung mereka sering bersama, jalan bersama, makan bersama, belajar bersama, refreshing bersama, bahkan canda tawa dan sedihpun bersama. Meskipun keduanya masing-masing menyandang gelar santri milenial dan lahir di pelataran dunia luar pesantren sebagai mutiara-mutiara santri yang Humanis. Hari-hari mereka lalui dengan menabur benih-benih edukasi ke adik-adiknya yang ada di kampus, dikampung, maupun organisasinya. Niatnya sebagai amal jariyah sesuai dengan apa yang mereka pelajari selama di pesantren.
Namun sejalan dengan bergulirnya waktu, mereka kembali terpisah karena Alan memutuskan untuk kembali menimbah ilmu bahasa English di pare selama beberapa bulan demi targetnya mencapai beasiswa S2, sementara yunda dewi lebih memilih untuk tetap di kampung mengabdi kepada orang tua dan masyarakat sembari menyelesaikan pendidikannya.Tapi yang Alan anggap sebagai perpisahan sementara itu, justru malah menjadi perpisahan untuk selamanya-lamanya di dunia. Yunda dewi lebih dulu mengucap selamat tinggal kepada Alan, kekasih yang waktu berpulangnya yunda dewi untuk selamanya-lamanya, Alan tidak berada di dekatnya karena sementara di Jakarta. itulah yang menjadi sebab tersayat-sayatnya hati Alan tanpa suara dan tak kuasa berbuat apa-apa setelah mendengar kabar tersebut, hingga sampai dikediaman sang kekasih yang terbaring kaku terbungkus kain kafan. Alan tidak sempat melihat jasad kekasihnya, sementara dalam perjalanan dari jakarta jasad yunda dewi telah di makamkan. Kini setelah peristiwa yang hanya meninggalkan kenangan indah tersebut, Alan hanya bisa pasrah pada takdir bahwa semuanya telah diatur oleh sang Maha Kuasa di pelataran bumi raya ini. Namun kenangan indah bersamanya takkan pernah hilang dari benaknya dan akan selalu dikenang hingga akhir hayat.
Comments
Post a Comment