Nasehat Imam Besar Masjid Istiqlal
SEMBILAN PESAN AMPUH IMAM BESAR MASJID ISTIQLAL
Oleh: Farham Rahmat
Santri Milenial
Tim intelektual khatam institute jakarta sowan kepada salah satu ulama Besar Prof. DR. Nasaruddin Umar sabtu, 29 Desember 2018 di ruang pribadi setelah pengajian rutin beliau. Silaturahmi kepada ulama sudah menajadi program rutin Khatam Institute, Delegasi khatam institute juga sering menghadiri pengajian Ihya’ Ulumuddin di ruang masjid Istiqlal setiap hari sabtu jam 07:00 sampai 09:00 Wib. Dalam pertemuan singkat itu, Imam Besar masjid Istiqlal ini memberikan Sembilan pesan ampuh kepada semua lembaga ormas dan pondok pesantren.
Kepada lembaga lembaga pendidikan atau kemasyarakatan yang ada, jangan anti syiah tapi juga jangan tampak seperti syiah, jangan liberal tapi jangan juga anti liberal, jangan jadi wahabi tapi juga jangan anti wahabi, jangan anti teroris juga jangan pro terhadap teroris, sebab teroris itu dimana mana, kalau anda berapi api anti teroris takutnya nanti akan menjadi korban, diculik, sebagian mereka gampang membunu. Dari itu kembali kepada konsep “Lakum Dinukum Waliyadin” itu mottonya, kita tidak usah mengusik orang lain. Namun kita juga harus pro aktif jangan sampai gerakan kita juga terkontaminasi. Itu yang pertama, pungkas beliau.
Yang kedua, buat komunitas yang belajar, jangan hanya dakwah memberi tapi tidak pernah belajar, lembagamu itu harus seimbang, 50 persen memberi dan 50 persen mencari. Mestinya seperti kalian ini perlu belajar, panggil gurunya Takhassus, perbaiki kualitas bahasa arabnya, walaupun bahasa arabnya bagus belum tentu baca kitab kan ?, baca kitabnya juga diperbaiki, jadi ulama lah kedepan. Jangan sampai nanti menghabiskan usia mudanya memberi pada orang lain, orang lain sejahtera anda tertinggal, motto kalian harus maju bersama, jangan melakukan hal hal yang membuat anda tertinggal seperti layang layang, layangannya dipegang, layangannya terbang keatas anda masih tetap dibawah, jangan seperti pemain layang layang, kamu harus jadi pilot, sayapnya terbang dengan orang tapi anda tetap jadi pilotnya, jadilah pilot umat, harus belajar, belajar, belajar dan terus belajar. Pada bagian bagian internal banyak buku buku baru saat ini, artikel, jurnal di google, tapi buku tetap masih harus dibaca karena buku buku sekarang lebih relevan.
Yang ketiga, anda harus membuat semacam program tadabbur alam, pensucian bathin, sekali sebulan, atau sekali dua bulan, cari kontemplasi disitu, sepanjang malam berzikir, bertahajjud pada tempat bersih di pinggir pantai, atau juga di puncak, kalau di puncak anda akan melihat hijaunya daun, kalau di pantai anda akan melihat hamparan birunya laut, warna biru itu akan memberikan ketenangan, warna hijau akan memberikan kekuatan energy. Jadi gantian, bulan ini di pantai melihat hamparan laut, bulan depannya di puncak melihat hamparan kebun teh, cari Allah dengan dua warna itu.
Yang keempat, terus dekati Ulama, mohon berkah, bimbingan, berbeda anak muda yang dekat dengan ulama seperti ibnu abbas itu selalu dekat dengan ulama, akan terkendali dan teraarah hidupnya. Yang kelima, perbanyak berbuat baik. Yang keenam, tolong hindari dosa, kadang kadang kan kita sebagai manusia biasa justru kecolongan padahal kita sibuk berdakwah. Kalau terpaksa pernah melakukan maka bertaubatlah, laki dan perempuan kadang kadang naluri kemanusiaan muncul saya mohon betul kepada semuanya. Kualitas ibadah itu ditentukan disitu, seluruh komunitas ibadah kalau bisa wajibkan diri untuk puasa senin kamis, Sholat Tahajjud, Sholat Dhuha, tiga itu yang penting. Kalau mau tambahkan wiridkan surah Al-Kahfi, Surah Yasin, Surah Ar-Rahman, surah Al-Waqiah, dan surat Al-Mulk setiap pagi.
Yang ketujuh, adalah usahakan sholat berjamaah di masjid manapun juga., jangan sholat sendiri di rumah. Sehari 24 jam satu diantara sholatnya selalu harus di masjid selain sholat jum’at. Yang kedelapan, kalian harus belajar menulis, menulis artikel di Koran, menulis artikel di media social, masyarakat kita ini pintar membaca tapi menulis diabaikan, rajin belajar tapi sangat susah dituangkan kecerdasaannya dalam tulisan. Yang terkahir, kesembilan adalah Do’a. Selain kita berdo’a sendiri minta kepada orang tua mendoakan kita. Minta kepada gurunya untuk mendoakan kita. Jangan tinggalkan yang terkahir ini, yang sangat penting, delapan point ini tidak ada artinya kalau yang terkahir ini ditinggalkan. Inilah Sembilan prinsip saya pesankan dalam menjalani kehidupan agar berkah dan terberkati.
Oleh: Farham Rahmat
Santri Milenial
Tim intelektual khatam institute jakarta sowan kepada salah satu ulama Besar Prof. DR. Nasaruddin Umar sabtu, 29 Desember 2018 di ruang pribadi setelah pengajian rutin beliau. Silaturahmi kepada ulama sudah menajadi program rutin Khatam Institute, Delegasi khatam institute juga sering menghadiri pengajian Ihya’ Ulumuddin di ruang masjid Istiqlal setiap hari sabtu jam 07:00 sampai 09:00 Wib. Dalam pertemuan singkat itu, Imam Besar masjid Istiqlal ini memberikan Sembilan pesan ampuh kepada semua lembaga ormas dan pondok pesantren.
Kepada lembaga lembaga pendidikan atau kemasyarakatan yang ada, jangan anti syiah tapi juga jangan tampak seperti syiah, jangan liberal tapi jangan juga anti liberal, jangan jadi wahabi tapi juga jangan anti wahabi, jangan anti teroris juga jangan pro terhadap teroris, sebab teroris itu dimana mana, kalau anda berapi api anti teroris takutnya nanti akan menjadi korban, diculik, sebagian mereka gampang membunu. Dari itu kembali kepada konsep “Lakum Dinukum Waliyadin” itu mottonya, kita tidak usah mengusik orang lain. Namun kita juga harus pro aktif jangan sampai gerakan kita juga terkontaminasi. Itu yang pertama, pungkas beliau.
Yang kedua, buat komunitas yang belajar, jangan hanya dakwah memberi tapi tidak pernah belajar, lembagamu itu harus seimbang, 50 persen memberi dan 50 persen mencari. Mestinya seperti kalian ini perlu belajar, panggil gurunya Takhassus, perbaiki kualitas bahasa arabnya, walaupun bahasa arabnya bagus belum tentu baca kitab kan ?, baca kitabnya juga diperbaiki, jadi ulama lah kedepan. Jangan sampai nanti menghabiskan usia mudanya memberi pada orang lain, orang lain sejahtera anda tertinggal, motto kalian harus maju bersama, jangan melakukan hal hal yang membuat anda tertinggal seperti layang layang, layangannya dipegang, layangannya terbang keatas anda masih tetap dibawah, jangan seperti pemain layang layang, kamu harus jadi pilot, sayapnya terbang dengan orang tapi anda tetap jadi pilotnya, jadilah pilot umat, harus belajar, belajar, belajar dan terus belajar. Pada bagian bagian internal banyak buku buku baru saat ini, artikel, jurnal di google, tapi buku tetap masih harus dibaca karena buku buku sekarang lebih relevan.
Yang ketiga, anda harus membuat semacam program tadabbur alam, pensucian bathin, sekali sebulan, atau sekali dua bulan, cari kontemplasi disitu, sepanjang malam berzikir, bertahajjud pada tempat bersih di pinggir pantai, atau juga di puncak, kalau di puncak anda akan melihat hijaunya daun, kalau di pantai anda akan melihat hamparan birunya laut, warna biru itu akan memberikan ketenangan, warna hijau akan memberikan kekuatan energy. Jadi gantian, bulan ini di pantai melihat hamparan laut, bulan depannya di puncak melihat hamparan kebun teh, cari Allah dengan dua warna itu.
Yang keempat, terus dekati Ulama, mohon berkah, bimbingan, berbeda anak muda yang dekat dengan ulama seperti ibnu abbas itu selalu dekat dengan ulama, akan terkendali dan teraarah hidupnya. Yang kelima, perbanyak berbuat baik. Yang keenam, tolong hindari dosa, kadang kadang kan kita sebagai manusia biasa justru kecolongan padahal kita sibuk berdakwah. Kalau terpaksa pernah melakukan maka bertaubatlah, laki dan perempuan kadang kadang naluri kemanusiaan muncul saya mohon betul kepada semuanya. Kualitas ibadah itu ditentukan disitu, seluruh komunitas ibadah kalau bisa wajibkan diri untuk puasa senin kamis, Sholat Tahajjud, Sholat Dhuha, tiga itu yang penting. Kalau mau tambahkan wiridkan surah Al-Kahfi, Surah Yasin, Surah Ar-Rahman, surah Al-Waqiah, dan surat Al-Mulk setiap pagi.
Yang ketujuh, adalah usahakan sholat berjamaah di masjid manapun juga., jangan sholat sendiri di rumah. Sehari 24 jam satu diantara sholatnya selalu harus di masjid selain sholat jum’at. Yang kedelapan, kalian harus belajar menulis, menulis artikel di Koran, menulis artikel di media social, masyarakat kita ini pintar membaca tapi menulis diabaikan, rajin belajar tapi sangat susah dituangkan kecerdasaannya dalam tulisan. Yang terkahir, kesembilan adalah Do’a. Selain kita berdo’a sendiri minta kepada orang tua mendoakan kita. Minta kepada gurunya untuk mendoakan kita. Jangan tinggalkan yang terkahir ini, yang sangat penting, delapan point ini tidak ada artinya kalau yang terkahir ini ditinggalkan. Inilah Sembilan prinsip saya pesankan dalam menjalani kehidupan agar berkah dan terberkati.
Comments
Post a Comment