Orang mandar berkarakter Laut

KARAKTER LAUT KARAKTER ORANG MANDAR

(Orasi DR. Muhammad Zain. M.A.)

Oleh: Farham Rahmat

Santri Millenial

Rutinitas keluarga mahasiswa rantau SANDEQ SULBAR menggelar malam akrab di puncak bogor, 14 sampai 16 desember 2018. Kegiatan ini semakin memukau ketika menghadirkan pembicara nasional dari kementrian agama republic Indonesia yang merupakan asli dari putra mandar DR. Muhammad Zain. MA. Dalam suasana keakraban mahasiswa mandar, “saya mengajak semua keluargaku untuk hadir sebagai bentuk kekeluargaan dan keakraban”, ujar beliau. Untuk menghormati moment, Panitia kegiatan memberikan forum kepada beliau untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada anak rantau sulawesi barat.

Beliau memulai dengan menggambarkan kondisi kampung dimana dia lahir, dibesarkan dan menuntut ilmu disana, setelah itu beliau menggambarkan kondisi jakarta yang penuh dengan fatamorgana, sebab itulah penting mempertahankan budaya di kota metropolitan. Salah satu karakter orang mandar itu  adalah karakter laut, karakter pemberani. Christian Pelras peneliti kawasan bugis dan penulis buku THE BUGIS (Manusia Bugis) membantah tesis yang keliru melihat orang bugis adalah orang laut, sebenarnya orang bugis itu adalah petani. Justru yang punya karakter laut itu adalah orang mandar, ini bisa dikbuktikan dengan data-data akurat.

Perahu Phinisi sudah tercipta pada abad 19 sampai abad 20, jauh sebelum itu orang mandar sudah mempunyai perahu yang disebut SANDEQ sebagai perahu tercepat pada zamannya. Dari kekuatan laut orang mandar ini, banyak orang mandar yang mampu mengetahui pergantian cuaca, menguasai ilmu perbintangan sebagai peta perjalanan di lautan luas, mampu mengendalikan cuaca hanya dengan menggerak gerakkan tangannya diatas laut, bahkan mengetahui letak posisi batu karang hanya dengan melihat warna laut saja. Pengetahuan seperti ini menjadi pedoman dalam berlayar diatas lautan.

Selanjutnya orang mandar saat melakukan perjalanan bahari, berlayar di atas laut berbulan bulan lamanya. Mereka membawa bekal makanan yang mampu bertahan sampai enam bulan dan tidak basi, sehingga mereka berlayar tidak menemui kelaparan. Makanan yang mampu bertahan sampai enam bulan itu diproduksi oleh manusia mandar disebut “BAJE KAMBU” dalam bahasa jawa disebut “Wajik”. Karakter laut adalah karakter orang mandar menjadikannya sebagai suku pemberani, suku pelaut ulung, memiliki nilai luhur disebut “KAYYANG SIRI” (ketat dalam penjagaan marwah, harga diri, harkat dan martabat).

Selanjutnya orang mandar itu pekerja keras dan orang yang mempunyai soliditas yang sangat tinggi dalam bahasa mandar disebut “SIAMASEI”. Nilai nilai luhur ini Dr. Muhammad Zain sengaja sebutkan agar menjadi stimulus, penggerak dan semangat kepada para mahasiswa mandar di tanah rantau, agar terhindar dari kemalasan, hura-hura, tidak terlena di kota yang penuh godaan duniawi. Jadikan karakter orang mandar mu sebagai perisai di ibu kota, agar kalian bisa menuai kesuksesan, petuah ampuh dari beliau kepada mahasiswa sulbar yang ada di jabodetabek. Selanjutnya beliau juga berbicara spirit ilmiah ulama mandar yang disebut sebagai “DIASPORA ULAMA MANDAR” dan akan saya paparkan pada tulisan selanjutnya.

Comments

Popular posts from this blog

SYUKUR PANENGAN FILOSOFI TARI MAPPADENDANG

“USSUL” CARA ORANG MANDAR MERAYU TUHAN (Kajian budaya Habib Ahmad Fadhl al-mahdaly)

SALAH POTONGAN RAMBUT BISA MEMICU KEMATIAN (Kisah teman yang terbeban jiwa)