Posts

Nasehat Imam Besar Masjid Istiqlal

SEMBILAN PESAN AMPUH IMAM BESAR MASJID ISTIQLAL Oleh: Farham Rahmat Santri Milenial Tim intelektual khatam institute jakarta sowan kepada salah satu ulama Besar Prof. DR. Nasaruddin Umar sabtu, 29 Desember 2018 di ruang pribadi setelah pengajian rutin beliau. Silaturahmi kepada ulama sudah menajadi program rutin Khatam Institute, Delegasi khatam institute juga sering menghadiri pengajian Ihya’ Ulumuddin di ruang masjid Istiqlal setiap hari sabtu jam 07:00 sampai 09:00 Wib. Dalam pertemuan singkat itu, Imam Besar masjid Istiqlal ini memberikan Sembilan pesan ampuh kepada semua lembaga ormas dan pondok pesantren. Kepada lembaga lembaga pendidikan atau kemasyarakatan yang ada, jangan anti syiah tapi juga jangan tampak seperti syiah,  jangan liberal tapi jangan juga anti liberal, jangan jadi wahabi tapi juga jangan anti wahabi, jangan anti teroris juga jangan pro terhadap teroris, sebab teroris itu dimana mana, kalau anda berapi api anti teroris takutnya nanti akan menjadi korb...

Pemikiran Islam di Nusantara

REKONSTRUKSI PEMIKIRAN ISLAM DI NUSANTARA (Orasi DR. Muhammad Zain) Oleh: Farham Rahmat Santri Milenial Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta DR. Muhammad Zain menghadiri seminar International dengan tema “Trend Perkembangan Pemikiran Islam di Asia Tenggara” di auditorium STAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah jum’at 28 Desember 2018. Dalam acara tersebut hadir Prof. DR. Harapandi Dahri pensyarah di kolej university perguruan ugama (KUPU) Brunei Darussalam juga sebagai alumni STAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah menjadi Narasumber, panel dengan Prof. Muhammadiyah Amin dirjen Bimas Islam Kementrian Agama RI, meskipun beliau berhalangan hadir. Rekto STAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah menyampaikan pesan singkat namun ilmiah kepada para mahasiswanya pada kesempatan membuka seminar internasional tersebut. Beliau memulai dengan menyuguhkan satu buah buku yang fenomenal dan wajib dikaji oleh para dosen dan mahasiswa secara tuntas. Buku itu ditulis oleh Prof. Sir Muhammad Iqb...

Romantisisme Agama

"ROMANTIS DALAM BERAGAMA" Oleh: Farham Rahmat Santri Millenial Dalam teori psikologi bahwa Seorang anak yang tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, kelak akan merusak masa depannya. Jika ada orang tua yang menelantarkan atau tidak mengurusi anak-anaknya, konsekwensi logis adalah Kepribadian akan terganggu, prestasi akademik terbelenggu, dalam dunia social dia dikucilkan. Akhirnya dalam diri si anak muncul gairah untuk memberontak, melawan system kemasyarakatan. Teori seperti ini sudah lazim terjadi didalam keluarga yang disebut dengan Broken Home. Seperti perjalanan hidup narapidana di nusakambangan Andre Bangun. Dia melawan kerasnya hidup sendiri tanpa bimbingan keluarga, terjebaklah dia pada pemberontakan instingtif. Namun teori ini tidak berlaku sama sekali untuk seorang anak yang telah ditinggal ibunya waktu balita. Dan bapaknya menikah lagi, akhirnya dia  menjadi gelandangan. Meskipun tidak mendapat bimbingan lansung dari keduanya, dia kerap menc...

Manuskrip Nusantara Islam

KITAB TURATH IDENTITAS KEILMIAHAN ISLAM DI NUSANTARA Oleh: Farham Rahmat Santri Milenial Sekolah tinggi agama islam Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah menghadirkan salah satu alumninya sendiri yaitu Prof. DR. Harapandi Dahri. M. Ag pensyarah di kolej university perguruan ugama (KUPU) Brunei Darussalam dalam seminar internasional trend pemikiran islam di asia tenggara, Jum’at 28 Desember 2018 di Aula kampus jl kayumanis barat matraman jakarta timur. Mengutip surah Al-Fathir ayat 32 bahwa makna auratsna al-kitab merujuk pada warisan ulama dalam bentuk Turath (manuskrip) dan yang dimaksud Turath adalah karya klasik ulama yang erat kaitannya dengat kitab kuning. Turath adalah langkah awal wadah pembaharuan yang mengubah tatanan social menuju kemodernan, sebab Turath adalah identitas bangsa. Harapandi Dahri melanjutkan bahwa Kitab Turath memiliki tiga kekuatan rujukan, yaitu Kitab Turath al-Qur’ani, Kitab Turath al-Haditsi dan Kitab Turath al-Fikrati. Turath sering berwujud Kitab kuning/gun...

Sekularisme Ilmu menurut Sayyidina Ali

"SEKULERISME ILMU" (Syarah Nahj Al-Balaghah Sayyidina Ali) Oleh: Farham Rahmat Santri Millenial Masih dalam petuah ampuh Sayyidina Ali yang disampaikan oleh guru kita Ustadz Akbar saleh. “Rubba Alim Qod Qatalahu, Wa Ilmuhu Ma’ahu La Yanfauhu” Artinya: Betapa banyak orang yang berpengetahuan telah dibunuh oleh kebodohannya, dan ilmu yang bersamanya tidak bermanfaat adanya. Apa hakikat kebodohan ? dijelaskan dalam bait ini bahwa bodoh yang sebenarnya adalah bukan dia yang tidak berpengetahuan, melainkan dia yang penuh dengan pengetahuan namun seluruh kecerdasannya berorientasi kepada dunia semata. Sementara ilmu itu suci sebab berasal dari maha suci dan maha agung, seharusnya orientasi ilmu juga harus suci dan bersifat ukhrawi. Ilmu hakikatnya satu dan menyatu, tidak ada pemisahan antara ilmu agama dan ilmu non agama. Hari ini banyak kita temui pemisahan ilmu, dikatakan ilmu agama adalah ilmu untuk akhirat dan ilmu non agama adalah ilmu untuk dunia. Jika kita perhati...