Posts

LITERASI DIGITAL UNTUK DESA

Image
Webinar LITERASI DIGITAL untuk masyarakat desa, Jum'at 25 Desember 2020 bersama tim juru bicara Presiden Kak Irendra Radjawali dan pemerintah kec. Luyo Bapak Muhammad Jumadil Tappawali. Diselenggarakan oleh Tomata Bassi Desa Puccadi bersama gabungan komunitas se-kec. Luyo. Sayang sekali jika moment ini tidak dituliskan pembahasannya.   Kak Irendra memulai dengan mendefinisikan Literasi dari kata Literatus artinya orang yang belajar. Maka kita harus mengosongkan kepala, membuka mata dan telinga, jangan langsung sok tahu tentang apa yang mau dipelajari. Literasi digital menurut Professor di University of North Carolina Amerika serikat mengatakan bahwa ada tiga komponen digital. Pertama, mencari dan mengkonsumsi isi digital. Kedua, Membuat dan mengisi konten digital. Ketiga, mengkomunikasikan konten digital ke masyarakat, khususnya masyarakat desa. Lalu, Kenapa literasi digital sangat penting untuk desa? Era revolusi industry 4.0 dimulai dari 1.0 mesin uap,   2.0 listri...

JADILAH SEPERTI ANAK UNTA

Image
 JADILAH SEPERTI IBNU LABUN (ANAK UNTA)                   Sumber photo: Pexel.com (Kajian Nahj Al-Balaghah Ust. Akbar Saleh)  Oleh: Farham Rahmat Ditengah tengah pusara politik yang makin menggerus kencang, masyarakat dihadapkan dengan realitas yang kabur dan political bullshit zaman now. Masyarakat dihidangkan dengan peta pertarungan dua kekuatan besar di negri ini, masing masing menganggap kelompok mereka yang paling benar dan kelompok sebelah pasti salah.  Tampilan seperti ini membuat masyarakat bingung mendeteksi sebuah kebenaran. Mirip seperti film jepang kuno berjudul “Rashomon” diceritakan dalam buku politik labirin Indonesia karya Alfan alfian. Berhadapan dengan dinamika politik buram seperti ini,  pesan Sayyidina Ali yang sungguh relevan untuk kita semua, membuka jalan dari jalan jalan tikus yang tercipta hari ini.  Diingatkan oleh pesan Sayyidina Ali dalam kitab Nahj Al-Balaghah:  “KUN FIL FITNATI KA IB...

SALAH POTONGAN RAMBUT BISA MEMICU KEMATIAN (Kisah teman yang terbeban jiwa)

Image
Salah potong rambut bisa mempercepat kematian. Asumsi ini lahir dari pengalaman pribadi dengan seuntai kisah yang pernah ada. Suatu waktu tepat pada hari sabtu 21 Desember 2019 saya dan teman dari Minangkabau bernama Rozi Yulianto mengikuti kelas grammar di salah satu kursusan pare Kediri Jawa timur. Setelah pulang kelas, kami selalu menyempatkan untuk berolahraga GYM. Namun kali ini berbeda, Rozi pergi mencukur rambutnya agar kelihatan gagah.                       Sumber photo: pexels.com Tiba di kos, kami berjumpa kembali bersama teman-teman yang lain disana. Terkejut melihat potongan rambut si Rozi yang agak aneh dari biasanya. Sisi bagian kanan terlihat rambut lebih tebal ketimbang sisi kiri. Salah satu dari kami menimpali dan berkata: “Mr. rozi, are you serious, your hair style like that?” sok-sok an kita ngomong inggris, kan memang sedang berada di kampung inggris. Rozi, kok gitu potongan rambutmu, tidak seimbang?. Spontan roz...

PELETAKAN BATU PERTAMA MA JAHARA LUYO, MENGHARAP BERKAH PARA ANNANNGGURU

Image
Peletakan Batu Pertama MA Jahara Luyo, dengan tabarruk kepada Para Ulama Leluhur. Harapannya kedepan akan menjadi lembaga pendidikan Agama yang besar untuk Kec. Luyo. Saya ingin membahas Peletakan batu pertama dengan tabarruk kepada Photo tiga Ulama Besar di Sulawesi (Annanggurutta Imam Lapeo, Annannggurutta KH. Muhammad Saleh. Dan Annannggurutta KH. Ambo Dalle). Annanngguru Zainal Abidin memimpin Do'a, menambah keberkahan, Jum'at 14 Agustus 2020. Hakikatnya, kita adalah pasien dari alim Ulama yang mulia. Bukan hanya pasien di rumah sakit punya dokter, orang awam juga adalah pasien secara bathin kepada guru (tosalama) khususnya di tanah mandar. Dokter memberikan sugesti kepada pasiennya, begitu juga ulama memberikan sugesti kepada pengikutnya. Bedanya hanya ranah lahir dan bathin saja. Sigmund freud dengan psikosanalisnya sebisa mungkin menutup keragu-raguan pada pasiennya dengan cara sugesti psikoanalisisnya. Bahwa freud memerintahkan untuk menutup pintu dari segala arah, agar...

PANCASILA TERNYATA BUKAN IDEOLOGI

Image
PANCASILA bukan ideologi ternyata Oleh: Alan Santri Millenial Dialektika ideologi dunia kini mulai mengeras dan nampak teramat ganas. Mengapa tidak pertarungan pemikiran dalam frame ideologi melahirkan konsekwensi logis akan tata pola pikir dan cara bertindak seseorang. Pancasila lahir sebagai the alternative of ideologi dari kekacauan umat manusia. Sehingga bung Karno tanggal 1 juni 1945 sebagai pencetus pancasila mengangkat ideologi lima sila ini ke permukaan dunia sebagai solusi cinta dan perdamaian. Pancasila selain posisinya the Filosofi Grondslag  juga berkedudukan sebagai Weltanschaung. Dalam hal ini perlu difahami bahwa Welatanschaung belum tentu menjelma menjadi Filosofi Grondslag, sebab Weltanschaung adalah gambaran masyarakat yang telah membentuk karakter dan adat kebiasaan manusia dengan local wisdom masing masing daerah. Seperti  adat tentang penegakkan hukum dan etika sosial yang berlaku, atau kalau di mandar kita kenal adat siriq. Namun saat kita bert...